Kupikir aku akan mendapat pembelaan atau setidaknya kata kata lembut yang menyejukkan dari bibir mertuaku, tapi sia-sia saja, dia terus menghujat dan menyalahkanku. Dia merasa bahwa putranya adalah suami yang sempurna sedangkan aku hanya wanita yang tidak tahu diri dan benalu yang merugikan. "Aku tahu semua yang kau lakukan selama ini, bagaimana pun aku juga purnawirawan TNI yang masih koneksi, kau sungguh keterlaluan," desisnya sambil membenahi kacamatanya. "Aku melakukan itu untuk mengungkap kejahatan Mas Yadi, aku hanya ingin ia sadar dan berhenti berbuat nekat, Pak," jawabku pelan. "Kau hanya cari pembenaran atas sakit hatimu yang menjadi korban perselingkuhan! Alih-alih sibuk membesarkan sakit hati, harusnya kau fokus saja pada rumah dan kesehatan mental anak-anakmu, kasihan mere

