tolong aku

1055 Words

"Tolong ... Mas Didit, bantu aku," teriakku keras sambil berusaha menutup diri dengan selimut, aku rasa pria jahat itu datang kemari untuk menuntaskan hasratnya membunuhku. Dia pasti sedang membawa cangkul atau kapak di tangannya, suasana rumah sakit yang lengang di malam hari membuatnya leluasa untuk menyusuri lorong tanpa dicurigai. Pintu perlahan terbuka, aku makin panik dan tidak tahu harus berlari kemana, jangankan berlari, melangkah saja aku tak sanggup melakukannya. Pria bertubuh tinggi sedang itu masuk dan menggunakan masker warna hijau, ia mendekat dan berusaha menarik lenganku. "Jangan ... jangan lakukan itu, aku minta maaf sudah menabrakmu," ujarku sambil meraung menangis. "Tenang nyonya, tenang," ujarnya sambil mengeluarkan jarun suntik. "Jangan bius aku, saya minta maaf,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD