Ketika asyik duduk menikmati suasana malam sambil mendengarkan musik dan membaca majalah, tiba-tiba pintu rumah diketuk. "Masuk," suruhku tanpa beranjak dari kursi. Seorang wanita berperawakan sedang datang, duduk di hadapanku sambil mengusap sudut mata. "Apa yang terjadi?" "Aku minta maaf, aku ingin memohon ampun atas semua kesalahan saya karena membela Letkol Yadi." "Oh, ya, memangnya apa yang terjadi?" "Suami saya terancam dipecat karena saya terlibat pada masalah Ibu," jawabnya. "Lalu apa yag bisa saya lakukan? Semuanya sudah terjadi dan tidak bisa diperbaiki, meski saya mengampuni kamu proses peradilan tetap berjalan, dan Dika suamimu, tetap akan mendapat hukuma karena perbuatan istrinya," jawabku. "Mohon bantu saya, apapun yang terjadi minimal dia jangan dipecat, kami punya

