Ya, proses terus bergulir, setiap perkembangan yang terjadi, Didit selalu mengabarkanku. Ia juga banyak membantuku dalam mengarahkan cara memberikan keterangan terhadap pertanyaan pertanyaan polisi yang menjebak dan bisa membuat aku yang jadinya akan dihukum. Aku sangat beruntung, sahabatku itu hadir di saat terbaik dan meringankan langkahku, setidaknya setelah orang orang tahu aku terhubung dengannya, gangguan dan teror sedikit berkurang. Selagi duduk santai di sofa ruang tamu, tiba-tiba telepon berdering dan aku segera bangkit untuk mengambil ponselku dan menggeser tombol hijau. "Halo, Assalamualaikum," sapaku. "Waalaikumsalam Apa kabar Sakinah?" tanya suara khas dari seberang sana. "Oh, Pak Polisi rupanya," gumamku sambil tersenyum kecil. "Kenapa tiba-tiba kau berkata formal aku

