Sesampainya di depan rumah berlantai dua milik kami, Bendi memasukkan mobilnya ke garasi dan langsung menurunkan rolling door garasi dengan rapat. Aku dan Mas Didit saling pandang namun tak berani banyak bertanya, dia lalu meminta Imel untuk menarik cat mobil yang merupakan tempelan untuk membantunya sehingga mobil yang tadi berwarna biru gelap sudah berubah menjadi putih. Setelah selesai ia mengganti pakaiannya dan masuk kembali ke mobil. "Kamu gak mampir dulu?" tanya Imel. "Aku harus pergi, sebelum polisi tahu bahwa kekacauan di tol tadi adalah perbuatanku," balasnya. "Kau akan baik-baik saja?" untuk pertama kalinya pria itu terlihat mengkhawatirkan orang. "Iya, Pak, saya akan baik baik saja." "Oh, aku lupa kau punya banyak pengawal," balas Mas Yadi. Pria itu hanya menggeleng

