Aku menuju ke mobil dengan tertatih tatih, sebagian anggota tubuh ini gemetar dan leherku sakit dan napasku sempat sesak beberapa saat. Dengan sisa rasa syok dan tegang, kuhempaskan diri di jok mobil dan tak sabar diri ini memeriksa dokumen yang sudah kurebut dari Hendra. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah surat tanah warisan dari orang tuanya, dan uang tunai senilai 20 juta. Ternyata, Mas Yadi memang cerdik ia sudah memperhitungkan langkah sebelum hendak menikah kedua kalinya. Aku kagum sekaligus kecewa, juga kecewa pada diri sendiri mengapa begitu lemah dan teledor hingga tak bisa menjaga keutuhan keluarga. Harusnya, dari awal aku tak pernah membantu Kartika, harusnya aku tak perlu akrab dan sampai kera mengajaknya ke rumah. Aku tak tahu bahwa pada akhirnya mereka akan saling j

