nekat

1255 Words

Sebenarnya malu juga malas untuk datang ke tempat ini, seolah-olah mengulang kembali kejadian beberapa bulan yang lalu di mana Aku sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan atas perilaku Mas Suryadi. Semalam aku sudah menelepon ibu Inayah dan meminta kesempatan untuk bisa bertemu dengan Pak Danrem. Meski agak sulit untuk membujuknya, namun akhirnya aku berhasil meyakinkan bahwa ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Setelah menunggu beberapa saat aku kemudian dipersilahkan untuk masuk ke ruangan pada dan kembali menyapa pria yang pernah berapa kali bertemu dan sekali bersitegang denganku. "Selamat pagi Pak," siapapun sambil membungkuk hormat lalu dia memberi isyarat agar aku duduk di kursi depan mejanya. "Ada perlu apa datang kemari?" "Mohon izin sebelumnya saya ingin membicarak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD