Hari demi hari berjalan dengan lebih berat. Menghimpit membuat napas kian tercekat. Jeratan masalah yang hadir membuat Reygan tidak bisa berbuat banyak. Hanya diam, menghela napas yang kian hari kian menyulitkan, dengan kepala yang terus memproses kejadian-kejadian yang baru saja ia alami. Kenyataan memang pahit. Dunia memang kejam dan enggan diajak bekerja sama. Reygan kira, apa yang menjadi tujuannya akan membuatnya mudah menapaki jalan demi jalan yang sulit. Penuh kerikil, menimbulkan rasa sakit untuk setiap langkah kakinya. Sayangnya, kenyataan membuatnya tertampar keras. Sampai tersungkur dengan darah yang sempat menetes dari sudut bibirnya. Memaksanya membuka mata, untuk menghadapi dunia yang kejam ini dengan mata terbuka. Mengikuti kenyataan dan meninggalkan mimpi belaka. Masa de

