[POV DANA] ~ Ini mungkin akan terkesan mirip dengan episode sebelumnya yang menggunakan sudut pandang Nada. Namun dengan beralih pada sudut pandang Dana, kita akan lebih bisa meresapi isi cerita. Jadi, yuk kita nikmati saja alur yang mengalir. "Ehmm.. Nada. Sepurane kapan hari lek nggae awakmu nesu" (Ehmm.. Nada. Maaf kejadian waktu itu jika membuatmu tersinggung) kuberanikan diri membahas kejadian tempo hari di kafe Kasino yang mungkin menjadi biang keladi menjauhnya Nada dariku. "Iyo mas, aku ngerti lek sampean mesti ga enak kabeh karo aku. Tapi aku ga nesu kok. Cuman yo mungkin rodok kaget ae. Isin rek ditontok wong akeh!" (Iya mas, aku memahami jika kamu merasa serba salah. Tapi aku ga marah kok. Hanya kaget saja. Malu dilihat orang banyak!) syukurlah ternyata Nada tak tersinggung.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


