Mohon bijak dalam membaca part ini!!!! Saat langit mulai berubah warna hitam pekat, Reno baru sampai di kediamannya. Pria itu terlihat sangat kacau. Saat ia memasuki rumah, Reno langsung teringat kepada sosok putri kecilnya. Seorang gadis kecil yang akan berlari, dan menubruk tubuh kekarnya untuk memberikan sebuah pelukan. Bayangan Tania yang berlari di dalam rumah tersebut, berputar-putar di dalam pandangan mata Reno. “Tuan, sudah pulang?” Mirna yang melihat kedatangan Reno, langsung mendekati tuannya tersebut. “Tuan, tadi siang pihak rumah sakit datang kemari untuk menyerahkan surat-surat nona kecil tuan.” Tangan Mirna bergetar, saat ia menyerahkan sebuah amplop putih cukup besar ke tangan Reno. “Terimakasih, Bik.” Ucap Reno, sambil berlalu. “Tuan. Tuan Andrean juga menitip pesan, a

