Kabar Bahagia

1322 Words

"Bagaimana keadaannya, Bang?" Andrean menyentuh bahu Reno yang sedang menggenggam tangan istrinya. Hampir satu minggu Azmi dirawat, akhirnya Andrean memberanikan diri untuk menjenguk wanita yang ia cintai, sekaligus kakak iparnya itu. "Masih seperti kemarin, Yan. Dia masih betah tidur. Padahal aku sangat merindukannya!" Reno mengusap air mata yang menggenang di ujung matanya. "Abang harus kuat. Jangan seperti ini!" Andrean menepuk bahu Reno. "Kamu benar, Yan. Aku harus kuat. Tetapi aku juga terlalu lemah saat melihatnya terbaring seperti ini." "Bagaimana pun, Abang harus kuat, ya. Aku yakin, sebentar lagi dia pasti akan membuka matanya. Oh, ya. Abang sudah makan? Aku membawakan sup kesukaan Abang." Andrean menunjuk bingkisan yang ia letakkan di atas meja. Reno mengangguk. "Kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD