Azmi menghela nafas berat, sebelum ia memasuki sebuah lift. Hatinya masih begitu sakit mengingat pertengkarannya dengan Salamah. Ia tidak pernah menyangka, jika wanita yang begitu ia sayang dan hormati adalah wanita yang selama ikut andil dalam kehancuran hidupnya. Bagaimana bisa Salamah muncul dan mencarinya, setelah ia mengusir sang ibu dan tidak mengakuinya sebagai cucu. Ingatan masa lalu masih berputar di dalam benak Azmi. Kini, kepalanya terasa sangat pusing. Keputusannya untuk tetap bekerja ternyata salah besar. Seandainya tadi ia mengikuti keinginan Reno untuk mengajaknya untuk beristirahat di kantor mereka, pastilah sekarang Azmi sedang tidur di dalam pelukan suaminya itu Namun, karena menuruti keinginannya sendiri, disinilah ia sekarang. Duduk di dalam sebuah ruangan, dengan kep

