Episode 12

1538 Words

"Gimana, Mi? Udah siap?" tanya Alia, seraya menatap Uminya yang masih memantau isi kulkas. "Cincau sama cendol bagusnya ditambah atau nggak ya, geulis?" tanya Khadija, ragu-ragu. "Mi, lebih baik nggak usah. Kalau persediaan cendol sama cincau ditambah terus, Umi kapan mau memulai rencana pengurangan minum esnya? Umi mau terkena flu? Suara Umi aja udah mulai serak-serak gegeresekan, gitu," jawab Alia. "Serak-serak gegeresekan teh yang gimana contohnya? Umi mah cuma tahu serak-serak basah, Neng," balas Khadija, mencoba mengalihkan pembicaraan. "Pokoknya cendol dan cincaunya nggak usah ditambah, Mi. Titik." Khadija pun terkekeh saat melihat ekspresi Alia yang mulai sebal, karena dirinya mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia segera mengapit lengan putrinya dan berjalan bersama ke arah depan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD