Bab 60

2333 Words

Samuel meneguk salivanya dengan bersusah payah. Ditatapnya wajah cucu menantunya yang begitu tegas dengan keinginannya itu. Pria tua itu terpaksa mengikuti permintaannya. Kini mereka telah berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit sesuai dengan permintaan Ruby tadi. "Ehm, Xi Xi. Lebih baik kita pergi makan siang saja dulu. Kakek sudah lapar," ucap Samuel berusaha mengalihkan tujuan Ruby. Raut wajah pria tua itu mengerut dan tampak begitu cemas. Baru kali ini ia merasakan ketidaknyamanan bersama cucu menantunya. "Nanti kita beli makan di rumah sakit aja, Kek," sahut Ruby acuh tak acuh. Wanita itu masih bersikeras dengan pendiriannya. Samuel berdeham pelan. Tampak sekali ada sesuatu yang ingin diutarakan oleh pria tua itu. Pria tua itu sudah gelisah di dalam hati sejak tadi, tetapi ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD