Rintik-rintik hujan telah berhenti menari, tetapi matahari masih enggan keluar dari tempat persembunyiannya. Awan hitam masih mengarak di angkasa. Ruby mematut dirinya di depan cermin. Membasuh wajahnya dengan sepasang kelopak yang sedikit membengkak. Tidak ada senyuman yang terpatri pada wajah pucat wanita itu. Pikirannya melayang pada pesan masuk yang diterimanya beberapa saat lalu. Ia membasuh wajahnya sekali lagi untuk mengusir bayang-bayang tersebut, lalu mengusapnya dengan handuk. Ia menyisir rambutnya yang tampak kusut, lalu menguncirnya menjadi satu ke atas. Setelah itu, ia melangkah keluar dari kamar Dave. Keadaan di luar begitu sepi. Ia berpikir mungkin Dave sedang keluar. Baru saja kakinya menyentuh teras pintu apartemen, Dave keluar dari salah satu ruangan dan menahan langk

