Dengan menenteng tas baju, Umi Maira berjalan tergopoh-gopoh menuju ruang bersalin yang letaknya tak terlalu jauh dari ruang perawatan. Saat kembali ke ruang perawatan, dia tidak menemukan keberadaan Binar dan Baskara. Beruntung, pasien yang menempati ranjang sebelah Binar memberi tahu kalau Binar sudah dibawa ke ruang bersalin karena sudah pembukaan lengkap. “Tante.” Rajendra yang melihat Umi Maira, langsung bangkit dari kursi. “Bagaimana keadaan Binar?” tanya perempuan paruh baya itu seraya mengatur napas yang tersengal-sengal. “Tante tenang aja, ya.” Pemuda itu mengambil alih tas yang dibawa oleh Umi Maira dan menuntun perempuan itu untuk duduk di kursi yang sebelumnya ia tempati. “Mbak Binar sekarang ada di ruang bersalin dan sedang ditangani oleh dokter. Sudah satu jam lebih sejak

