Bab 41 Mimpi Masa Lalu

921 Words

“Apa kamu juga ketularan sama Tante Tika? Kenapa nada suara kamu saat bicara soal Ayya terdengar nggak suka gitu?” Oscar pun terkesiap. Tidak menyangka kalau Ibrahim bisa menilainya seperti itu. “Bukan begitu maksud saya, Tuan. Bagaimana juga Anda orang terpandang, sedangkan Nona Ayya siapa? Bahkan kita nggak tahu asal usul keluarganya,” terang Oscar tanpa bisa fokus menatap Ibrahim. Dia takut kalau justru isi hatinya yang terlihat. Ibrahim terkekeh. “Kamu benar, Oscar. Tenang aja, ya, hati saya masih cuma buat Nisa kok.” Oscar mengangguk puas. Harapannya Semoga saja apa yang baru saja terlintas dipikirannya tidak akan pernah terjadi. *** “Alayya di sini aja sama Tante, ya?” “Nggak mau, Tante. Aku mau ikut ibu.” Alayya kecil menangis untuk kesekian kalinya. Namun, sayangnya bagaim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD