BAB 32

1131 Words

Rendra POV Baru saja mataku menatap bahu Mira yang sedikit terbuka sudah mampu membuat jantungku berdegub tak karuan, merasakan gairahku yang naik. Apa kamu selalu semenggairahkan seperti itu, Sayang? Tapi cepat-cepat ku tepis fikiran liarku. Aku bukan laki-laki yang tak belajar dari kesalahanku. Apalagi kini aku telah mengenal Islam, aku memang menginginkanmu bahkan sampai kita sama-sama disurga-Nya. Jujur sebagai laki-laki, aku ingin menyentuhmu. Tapi aku ingin menunggu sampai kita halal dan saat kamu yang memintaku menciummu, sungguh aku tak bisa lagi mengelak. Rasanya begitu menyenangkan selalu di dekatmu. Aku pun tak menyalahkanmu. Aku tahu kamu juga sangat mencintaiku. Karena itu aku sudah melamarmu untukku ke ibu. Mungkin kamu tak tahu Mira, karena memang aku meminta ibu merahasik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD