Pagi ini Rafiq meminta Dewi untuk menemuinya di belakang gedung sekolah tempat Rendra dulu. "Aku suka kamu, kamu mau gak jadi pacar aku? Aahk... biasa." Kesal Rafiq. Berkali-kali ia mencari kata yang pas untuk menembak Dewi. "Dari awal aku ketemu kamu, aku udah ngrasa nyaman. Kamu mau gak jadi pacar aku?" ucapnya seolah Dewi sudah berada di depan matanya. Ia tersenyum senang sambil menguncangkan kotak berisi aksesoris wanita yang Dewi suka. Kali ini ia merasa kata-katanya sudah pas mewakili perasannya. Hanya tinggal tunggu Dewi datang. "Aku mau jadi pacar kamu," balas Dewi tiba-tiba dari belakang. "Hhah!" Heran Rafiq tak percaya. Ia mengikuti langkah Dewi yang memilih duduk di bangku setelah mengatakan itu. "Tadi ngomong apa?" Seingat Rafiq, dirinya baru latihan dan belum mengungkapka
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


