Pertengkaran Almeer dan Bryan

1527 Words

Bryan ngotot tidak mau keluar dari ruangan Almeer jika ayah nya itu tidak mencabut perintahnya. Sudah hampir dua minggu Bryan berada di gudang untuk bekerja sebagai karyawan di sana dan sekarang pria itu meminta penangguhan untuk di kembalikan ke posisi awalnya. “Aku malu, Dad. Semua orang mentertawakan aku,” ujar Bryan dengan wajah pias. “Tapi daddy lihat kau jauh lebih baik berada di sana. Dengan sibuk bekerja, kau hampir tidak pernah keluar malam lagi untuk mengerjakan hal-hal yang tidak bermanfaat.” Almeer berkata tanpa melihat wajah anak nya. “Daddy tidak pernah tahu apa yang aku rasakan selama di sana. Tubuh ku sakit semua, di sana hanya ada satu AC sementara ruangan nya sangat luas, aku gerah dan sering berkeringat. Tolonglah Dad... aku akan belajar dan membaca buku apa saja yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD