Nico baru tiba di kantor kira-kira pukul sembilan pagi dengan dijemput oleh Pak Andi. Ia segera menyusul bos ke ruangan untuk memberitahukan jadwal pekerjaannya hari ini. Pria tampan itu hanya berdehem mendengar apa yang sekretarisnya ucapkan. Merasa tak ada keperluan lagi, ia segera keluar dari ruangan bernuansa coklat itu. Kembali berada di ruangannya, gadis cantik itu mengecek email masuk di komputer sembari menunggu sambungan telepon dengan Priska terhubung. Ia tak sabar ingin mengonfirmasi sebenarnya tugas apa saja yang harus ia kerjakan sebagai seorang sekretaris. Dari yang Priska sampaikan, tugasnya memang seperti tugas sekretaris pada umumnya. "Tapi sampai harus ngurusin masalah pakaian juga, Pris?" "Sesekali doang, tapi lebih ke nyariin laundry sih. Emang ada apa, Mil? Ada masa

