DUAPULUH DUA

1037 Words

MARCO   Aku kaget setengah mati melihat wajah Bhagas. Banyak memar merah dan luka yang masih basah di mukanya. Aku langsung berlutut agar setara dengan tingginya namun ia sembunyi di balik Clarissa. “Aga... Ayah mau liat!” Pintaku. Namun Aga masih menyembunyikan wajahnya di perut Clarissa. “Gak apa-apa sayang, ayah tadi janji gak bakal marah. Ayook!” Bujuk Clarissa. Lalu Bhagas melepas pelukannya hingga aku bisa melihat wajahnya. Aku mengusapkan tanganku ke wajahnya. Ia meringis. “Hey, udah gak apa-apa yaa!” Seruku. Aga mengangguk. Lalu aku menggendongnya, Clarissa membawa tasnya dan kami masuk ke dalam. “Aga tidur siang yaa, hari ini gak usah les lukis.” Kataku dan ia mengangguk. Di belakangku Clarissa menyiapkan baju ganti untuk Bhagas. Lalu meletakkannya di ujung tempat tidur Bhag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD