Bab 28: Bersua

1693 Words

Ucapan Ziya membuat Hanin terdiam lama. Terlalu lama malahan. Ziya hampir menyangka kalau adiknya tertidur karena posisi Hanin yang menyandar ke dinding sambil memejamkan mata. Namun, gerakan kepala Hanin yang mengangguk berkali-kali membuat Ziya meragukan hal itu. Sejenak, Ziya merasa menyesal karena telah mengatakan kalimat tadi pada Hanin. Sang adik tidak terlihat baik setelah dia menyelesaikan perkataannya. Hanin bahkan menatap kosong ke arah Ziya sebelum matanya dipejamkan. Apa kira-kira yang sedang dipikirkan oleh Hanin saat ini? Mengapa Ziya tidak sabar begini. Biasanya, dia cukup berhati-hati dalam memutuskan sesuatu. Akan tetapi, dia merasa kalau apa yang baru dikatakan merupakan hal lumrah. Lagi pula, dia hanya mendiskusikan masalah yang memenuhi kepalanya sejak kemarin. Bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD