Sesekali, Hanin masih melirik ke arah Atha yang membantu proses pengemasan pesanan Ziya. Setelah kemarin dia berusaha menghindari Atha sepanjang hari, Hanin kembali merasa tertekan. Ditambah Ziya tidak mengatakan apa pun mengenai kejadian “kepergok” di dapur. Meski Ziya sudah berulang kali berkata kalau Hanin tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Hanin tidak bisa. Dia terus memikirkan tatapan yang diberikan oleh Atha sepanjang hari setelah insiden “hampir berciuman”. Ingin sekali meminta maaf, tetapi Ziya bilang tidak perlu. Jadi, dia serba salah. Karena Rehan tidak ada, Atha ikut membantu di dapur. Sudah hampir tengah hari, tetapi Atha tidak pernah mengajak Hanin bicara sekali pun. Bahkan menyapa atau melirik juga tidak dilakukan. Hanin tahu dengan pasti sebab dia selalu memperhatikan se

