Kios sablon miliki Haikal sangat luas. Di dalamnya, tertata rapi semua produk andalan. Berbagai jenis kaos memenuhi lemari-lemari kaca. Gambar dan tulisan yang menghiasi kain itu terlihat sangat indah. Jelas sekali jika orang yang mendesainnya sudah begitu ahli dalam bidang ini. Sepanjang mata memandang, semua orang bisa melihat kaos berwarna-warni. Sejak awal, Haikal memang lebih berkonsentrasi pada kaos. Dia bahkan sudah memiliki merek sendiri. Jadi, selain menerima simpanan dari para pelanggan, Haikal juga menjual kaos-kaos yang didesain dengan sangat cantik. Kesuksesan Haikal inilah yang memberi inspirasi pada Atha untuk membuka usaha sablon di kampung. Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Atha sudah mengenal sosok Haikal. Dia mengagumi Haikal yang sudah berani membuka

