Chapter 24

1932 Words

"Yuk!" ajak lelaki bertubuh jangkung ini merangkul bahuku. Makin hari, dia makin seenaknya aja. Apalagi setelah kejadian semalam, kurasa dia bakal semakin gencar untuk memonopoli ku. “Ah, si Papi gangguin anaknya aja. Ngapain sih nongol tiba-tiba di sana. Udah kayak jelangkung aja,” gerutu Esa ikut bangkit dari rebahannya. “Papi gak sengaja kok lewat kamar Tria. Pintunya kebuka, jadi Papi iseng aja ngintip diam-diam,” tukas om Gaga mencengangkan. Aku mengerjap tak percaya. Itu, om Gaga, kan? Dia papinya Esa, kan? Usianya bahkan udah dia atas level dewasa, kan? Tapi dari cara berbicaranya, kenapa om Gaga terlihat biasa aja di saat seharusnya seorang ayah akan menegur anaknya jiga berada di kamar lawan jenisnya dalam keadaan posisi kami seperti tadi. “Iseng sih iseng, tapi jangan sampe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD