Tidak bisa dihitung sudah berapa kali Naila mendatangi Nathali hanya untuk duduk dan diam diruangan tanpa membuka suara, berada diruangan baik itu berdua atau bersama dengan sang mama dan kakak iparnya. Pernyataan Rafa yang mengatakan memulai dari awal bukan semakin maju malah membuatnya melangkah mundur dimana seakan pertemuan mereka tidak ada artinya sama sekali, bahkan mereka melakukan hubungan itu kembali dan trauma tersebut yang awalnya hilang sekarang setiap malam hadir kembali. “Masih mimpi hal yang sama?” menatap Indira yang saat ini berada dihadapannya membuat Naila mengangguk “memang nggak bisa bicara ke Rafa?” mengalihkan pandangan pada Fajar yang sibuk dengan ponselnya. “Nggak usah kalau dia memang cinta sama aku pasti datang sendiri.” “Dengarkan itu” membuat Indira memberik

