Rumah Penenang

1169 Words

Pernyataan Evan semakin membuat hati Naila tidak menentu dimana memilih hanya diam tidak menanggapi apapun itu, bahkan saat ini posisi mereka sangat dekat dimana Naila berada dipangkuan Evan dan bisa merasakan miliknya yang menegang. Turun dari pangkuan Evan secara perlahan yang tidak dipersulit membuat jarak mereka hanya beberapa dengan tangan Evan menggenggam tangannya. “Waktu itu aku memang berkata seperti itu hanya saja setelah kasus ini aku kembali berpikir tidak bisa meninggalkan kamu begitu saja, sedangkan atlet itu tidak ada disamping kamu saat seperti ini.” “Dia tanding di luar negeri, Mas.” “Mau ikut aku?” Evan tidak menghiraukan jawaban Naila membuatnya menatap bingung “aku sudah lama nggak jalan – jalan menikmati pemandangan.” “Mau kemana?” Evan mengangkat bahu “aku besok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD