Perkataan papanya membuat Naila terdiam dan bukan karena beliau gagal mendidik dirinya tapi Naila sendiri yang tidak bisa menjaga diri, memilih untuk mendatangi kantor H&D Group dengan sedikit keyakinan bahwa pemilik rumah sakit berada ditempatnya. Tujuan Naila memang sudah bulat dan yakin menerima tawaran dari rumah sakit, beberapa pekerjaan di rumah sakit sudah mulai dikerjakan oleh anak – anak magang dan Naila masih berada disana dengan hak penuh atas kantin. “Maaf jika belum membuat janji dengan Pak Wijaya tidak bisa bertemu,” ucap resepsionis dengan sangat sopan. Tersenyum kearah resepsionis dimana memang dirinya salah dengan tidak membuat janji dan langsung datang, menatap gedung yang dimasukinnya tampak besar dan katanya disini adalah pusat dari seluruh dari perusahaan H&D Group.

