Ketulusan Evan

1125 Words

Tubuh Naila membeku saat Rafa mengatakan kata – kata tersebut melalui panggilan telepon, tidak tahu harus menanggapi apa karena selanjutnya yang terjadi adalah Naila langsung memutuskan panggilan dari Rafa. Suara ketukan pintu membuat Naila menatap sang sumber dimana salah satu anak baru mendatangi dirinya dengan wajah lelah membuat Naila tersenyum kecil. “Ada masalah?” Rifat memilih duduk disalah satu meja panjang yang selama ini digunakan mereka untuk rapat. Naila memang sudah memiliki ruangan sama seperti dokter lainnya hanya saja jarang digunakan karena memang tidak ada orang yang masuk dalam bagiannya jadi membuat Naila malas berada dalam ruangan seorang diri. “Mereka itu susah ya diajak sehat,” ucap Rifat membuat Naila tersenyum kecil. “Orang diajak kebaikan memang susah jangan o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD