Chapter 23 (END)

1757 Words

CHAPTER 23   *** Kamu tau, ada rencana-rencana Tuhan yang sukar diterima oleh akal, tapi akan sangat mudah dimengerti oleh hati. *** Dia mendongak dan langsung saja tatapannya menusukku. Aku membatu di tempat. Memandang wajahnya yang tampan dan menyelami sinar matanya yang familiar. Aku sudah terbiasa ditatap seperti itu, dulu. "Adlina Syahla," ucapnya pelan. Aku tidak yakin, sudah lama sekali. Wajahnya pun sudah berubah. Tapi aku tau jika ini dia. Sebuah fantasi tanpa bukti. Aku mencoba mencari sesuatu yang bisa menjelaskan semuanya kepadaku. Aku menatap name tag yang tersemat di dadanya. "Apa kabar?" Dia melanjutkan kalimatnya yang mengantung tadi. Setelah membaca baik-baik namanya, aku kembali ke matanya. Mata yang begitu ku rindukan sejak dulu. Mata milik seorang Davi Ramad

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD