Devan siang ini benar - benar tidak memberi ampun pada istrinya, Warda sudah bilang nyerah tetapi terus saja Devan melanjutkan permainannya hingga Warda terkapar lelah. "Dev, kamu ngeri sekali, " keluh Warda. "Tapi kamu suka kan? Inilah akibatnya jika kamu membuat aku marah, " balas Devan. "Lucu sekali, siapa yang salah siapa yang merasa dikecewakan, " ejek Warda. "Sudah, jangan memulai perkara lagi. Aku masih ingin bercinta denganmu, " bisik Devan sembari menggigit kuping Warda. "Sudah, Dev. Kamu ini maniak, " tolak Warda yang memang sudah lelah. "Kan aku yang bekerja, kamu tinggal menikmati saja, " jawab Devan. Dan sekali lagi, Devan membawa Warda ke surga dunia. Devan sangat menyukai ekspresi Warda yang memerah malu dan penuh sensasi itu. Di akhir permainan, Warda mencen

