47. Secercah harapan

1194 Words

Devan siang ini benar - benar tidak memberi ampun pada istrinya, Warda sudah bilang nyerah tetapi terus saja Devan melanjutkan permainannya hingga Warda terkapar lelah. "Dev, kamu ngeri sekali, " keluh Warda. "Tapi kamu suka kan? Inilah akibatnya jika kamu membuat aku marah, " balas Devan. "Lucu sekali, siapa yang salah siapa yang merasa dikecewakan, " ejek Warda. "Sudah, jangan memulai perkara lagi. Aku masih ingin bercinta denganmu, " bisik Devan sembari menggigit kuping Warda. "Sudah, Dev. Kamu ini maniak, " tolak Warda yang memang sudah lelah. "Kan aku yang bekerja, kamu tinggal menikmati saja, " jawab Devan. Dan sekali lagi, Devan membawa Warda ke surga dunia. Devan sangat menyukai ekspresi Warda yang memerah malu dan penuh sensasi itu. Di akhir permainan, Warda mencen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD