“Hatinya pasti masih sakit terhadap kejadian yang menimpa orang tuanya, pasti akan sulit mendekatinya lagi, tapi aku melihat saat kau yang tidak sadar dibawa para iblis dia ikut menangis, aku tidak terlalu ta-“ Saat Tuan Wagner mengatakan padaku bahwa Sarah menangis saat aku dibawa oleh iblis, wajahku langsung bersinar sinar. “Benarkah?” “I-iya, tapi-“ Aku tidak mendengarkan omongan Tuan Wagner dan malah kegirangan sendiri, dia menangis demi aku, seharusnya saat itu dia sudah tau bahwa aku adalah iblis tapi dia masih menangisiku, itu artinya dia masih pedulikan padaku. Aku yang kegirangan ini segera melihat keseluruh sudut ruangan untuk mencari Sarah dan akhirnya aku menemukannya. Aku melihat Sarah bersandar pada tiang yang ada disana, dia sedang sendirian, akupun berni

