Rendra mengejar istrinya sampai ke depan namun naas, istrinya sudah terlebih dahulu menaiki sebuah taksi. Tanpa perfikir panjang rendra bergegas menuju tempat parkir khusus yang hanya di sediakan untuk beberapa koleksi mobilnya.
Perjalanan dari kantor rendra menuju rumah lumayan jauh, sekita 30 menit. Untung saja siang ini tidak ada kemacetan di tengah kota. Mobil rendra bebas berlalu lalang melewati jalanan cukup ramai lancar.
Tiiinn tiiinnnn tiiinnn
Pak juan satpam rumah rendra bergegas segera membuka pintu gerbang agar mobil tuan nya bisa masuk.
Ketika mobil melewati gerbang, rendra menghentikan mobilnya dan desikit menurunkan kaca mobil nya.
"Pak juan ,nyonya sudah pulang?" Tanya rendra
"Belum tuan" jelas pak juan
"Yasudah buka gerbangnya kembali saya mau keluar"
Rendra memutar arah mobilnya untuk segera keluar dan mencari istri mungilnya. Rendra tidak tahu harus mencari kemana , otaknya sudah tidak bisa berfikir jernih.
Selang beberapa menit rendra mencoba menghubungi mama mertuanya .
Tuuutttttt tutttttt ( berdering)
"Halo assalamualaikum nak " sapa mama tasya di seberang sana
"Waalaikumsalam ma, ma rendra mau tanya. Istri rendra ada di rumah mama tidak ya" sahut rendra menjelaskan
"Tasya di sini nak, kalo ada masalah segera selesaikan" Nasehat mama tasya
"Iya ma , hanya salah paham sedikit. Rendra dijalan ma menuju rumah mama"jelas rendra
"Yaudah hati-hati di jalan nak, mama tutup ya. Assalamualaikum" sahut mama tasya
"Waalaikumsalam" sambung rendra
Tutttttt tuuuuutttt (telfon terputus)
Sekitar 40 menit perjalanan yang harus di tempuh dari rumah rendra menuju rumah mama mertuanya. Kali ini jalanan begitu macet, mobil rendra berada di tengah-tengah kemacetan. Padahal 15 menit lagi rendra seharusnya sudah sampai rumah mertuanya. Dengan cekatan rendra terus menelfon nomor istrinya, memang terhubung telfonnya tetapi tidak di angkat oleh tasya.
****************************************************************
TASYA POV
Tookkkk tookkkk
Terdengar pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang. Dengan malas tasya menyahut, "masuk gak di kunci"
Ceklek
Derit pintu di buka membuat perempuan mungil yang tengkurap dengan derai air mata pun bangun melihat siapa kah yang datang.
"Mama" sapa tasya dengan sedikit parau
"Sayang ada apa nak kok pulang ke rumah mama malah gini" tanya mama
"Tasya capek ma , pengen tidur aja" sahut tasya parau
"Sayang kalau ada masalah dengan suami jangan kabur-kaburan. Di selesaikan baik-baik nak, jangan sampai ada perpecahan di antara kalian." Ucap mama menasehatiku
Hening
"Yasudah mama keluar, kamu istirahat saja" sahut mama seraya melangkahkan kakinya keluar melewati pintu kamarku dan penutup ya pelan
AUTHOR
"Nyonya ada tuan muda di bawah"ucap maid ine kepada mama tasya
Mama tasya hanya mengangguk dan bergegas turun menemui menantunya. Ternyata menantu kesayangannya terlihat sangat kacau, dasi di kemejanya sudah entah kemana, jas hitam yg indah untuk di pakai kini hanya di tentengnya, rambut yang sudah acak-acakan tidak seperti biasanya yang selalu terlihat rapi.
"Maaf ma istri rendra dimana" tanya rendra
"Di kamarnya nak, di atas. Bi ine tolong antarkan menantuku keatas, kekamar tasya." Perintah mama tasya memanggil Bi ine
"Terimakasih ma, rendra permisi dulu" sahut rendra
Dengan langkah pasti rendra memasuki kamar istrinya karna dia tau, kamar istrinya ini tidak mungkin di kunci dari dalam. Papa mertua rendra yang telah memberitahunya sewaktu mereka menikah.
Ceklek
Diatas nanjang king sizenya tasya yang imut bergambarkan doraemon , terlihat sosok perempuan sedang menangis tersedu sedu memeluk kedua lututnya. Rendra mendekatinya dengan perlahan, kemudian membelai rambut istrinya perlahan.
"Sayang masih marah hm?" Tanya rendra
Tidak ada sahutan sepatah kata pun dari tasya. Rendra tahu bahwa tasya mendengarkannya wakaupun di menyembunyikan wajahnya di atas pahanya.
"Sayang telingamu masih normalkan" tanya rendra kembali tetapi tasya tetap diam dan bungkan.
Rendra pov
"Sayang dengarkan penjelasan aku dulu" ucapku masih dengan membelai rambut istri nungilku ini
"Diam" sahut tasya keras dan menghempaskann tanganku agar tidak membelai rambutnya . Tasya bergerak merebahkan tubuhnya memunggungiku dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Dia bukan siapa-siapa kamu salah paham sayang. Sumpah demi allah aku tidak menyentuhnya seperti apa yang kamu kira." Jelasku
Hening
Beberapa saat kemudian
Hiks hiks
terdangar suara isakan yang begitu lirih. Aku tahu istri mungilku ini sedang menahan tangisnya. Ku coba mendekatinya kembali, mulai ku rebakan tubuhku di sampingnya. Ku rengkuh tubuh rapuhnya dari belakang.
Cupp
Ku kecup pelan kepala bagian belakang nya yang tertutupi oleh rambut panjang nan indah. Harus strowbery menguar di hidungku.
"Oh tuhan harum sekali." Batinku
"Sayang dengarkan aku sebentar saja, perempuan itu tiba-tiba saja duduk di pangkuanku. Dia ingin mencium ku teteapi belum sempat aku menjauhinya kamu datang" jelasku
"Sudahlah mas aku capek mau tidur. Kalo kamu mau menjelaskannya bawa bukti yang kuat agar aku percaya. Sekrang kamu pulang, aku menginap di sini" sahut tasya
"Aku tidak akan pulang. Aku di sini nemenin kamu" tegasku
"Tidur di luar" usir tasya
"Sayang gak enak aku sama mama kalau tidur di luar. Di sini aja ya" ucapku memelas
"Yasudah tidur di sofa"sahut tasya
Tanpa banyak perdebatan aku mulai melangkahkan kaki turun dari ranjang membawa bantal untuk tidur di sofa. Astaga miris sekali malam ini aku tidak bisa tidur memeluk guling bernyawaku. Ini semua gara-gara iren s****n, awas kau.
Aku sedari tadi tidak bisa tidur, aku tersiksa kalo tidur begini. Badan ku rasanya remuk semua. Aku sedari tadi memikiran bagaimana besok aku membawa bukti. Bukti yang mana yang harus kutunjukkan.
BERSAMBUNG....