Ruangan itu menghening setelah Ranti menceritakan kepada Nur dan Farah. Ranti masih terlihat lemas dan belum stabil. Sehingga mereka berdua terus mengajak Ranti untuk bercerita. “Aku yakin ada sesuatu yang pernah terjadi di kampus kita.” Nur menatap Farah dan Ranti secara bergantian dengan sorot mata serius. Brakkk! “Aaarrrggghhh!” Ranti dan kedua temannya berteriak karena terkejut. Lantaran ada suara seperti jendela dibanting di dalam ruangan itu. Pandangan mereka mengedar ke segala penjuru arah. Nur kembali merasakan hawa negatif yang sedang mendekat. “Ran! Kalau kamu sudah membaik, lebih baik kita pergi dari sini!” Nur merasa khawatir jika “dia” yang tak kasatmata kembali datang mengganggu Ranti. Nur juga merasakan kalau Ranti bisa berinteraksi dengan makhluk tak kasatmata. Namun,

