Nuraida mencoba bersikap biasa saja selama resepsi, meski hatinya dipeluk kesedihan. Pertama kali melihat Hasna di rumah sakit, instingnya mengatakan wanita berambut panjang itu adalah wanita baik. Naluri seorang ibu sangat tahu mana yang terbaik untuk putra. Di setiap sujudnya, Nuraida selalu berdoa agar keduanya berjodoh. Apalagi melihat perubahan dalam diri Kenan. Walau tidak kentara terlihat, tetapi dia tahu putranya tampak lebih bersemangat. Mata Kenan selalu memancarkan binar bila menyebut nama, Hasna. Pria itu juga akan menceritakan apa-apa saja kelakuannya yang membuat Hasna jengkel. Tak pernah Nuraida melihat putranya sehidup itu. "Ma, kok ngelamun?" Suara Kenan mengembalikan kesadaran Nuraida. Dia mengedipkan mata untuk mengalihkan fokusnya. Nuraida mencoba tersenyum untuk me

