82. Salin Lepas

2290 Words

- "Aku yang sudah rapuh. Semakin rapuh karena dirimu. Kamu tahu? Aku sangat menyayangimu, tapi mengapa kamu begitu cepat beralih dengan yang lainnya?" - *** Lila menatap kosong pada papan tulis yang menampilkan materi dari proyektor. Sudah empat jam pelajaran terakhir dia seperti itu. Pikirannya terlalu kalut. Kosong entah memikirkan sesuatu yang tiada ujungnya. Gadis itu menutupi mulutnya saat menguap. Aneh sekali, Lila mengantuk saat pelajaran berlangsung. Apa dia tidak tidur tadi malam? Kantung matanya menggelap dan jelas wajahnya begitu lesu. Gadis itu memang menangis sepanjang malam. Dia terus mengingat bagaimana orang yang dia cintai, justru menghancurkan kesempatan dan mimpi-mimpinya. Lila masih merasa sesak di hatinya. Perkataan Navino kemarin malam terngiang-ngiang memenuhi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD