Extra Part 20

2185 Words

Tentu saja pada akhirnya Cici tidak dibiarkan berlama-lama di balik jeruji. Sadam berbicara sebentar dengan perwira piket administrasi diselesaikan serta-merta, dan Cici dipindahkan keluar dari ruang tahanan sementara. Namun sebagai gantinya, sebagai konsekuensi “dibantu” kini Cici duduk di sebuah ruang tunggu yang lebih nyaman. Ruangannya tenang, ber-AC, dinding berwarna krem, ada sofa panjang dan meja kaca kecil. Cici duduk diam di sudut sofa, jemari saling bertaut, menatap bayangan sendiri di permukaan meja. Ia merasa canggung, bingung harus berterima kasih atau berjarak, terlebih karena ruangan itu begitu dekat dengan ruang kerja perwira polisi senior. Samar, ia mendengar suara langkah sepatu Sadam di luar dengan ritme tegas, teratur, penuh kefamiliaran yang menusuk hati. Beberapa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD