AGATHA menghempaskan surat pernyataan dari rumah sakit ke meja ruang tamu. Air matanya bercucuran usai membaca keseluruhan isi surat. Wanita itu terisak, sama sepeelrti kedua putrinya yang kini tengah duduk tertunduk di sofa ruang tamu. Perih dan nyeri hati Agatha mengetahui kabar mengejutkan yang menimpa putri sulungnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Sandy. Pria paruh baya itu juga sangat tidak menyangka. Alka terus terisak, bahkan sejak masih berada di kamar. Ia tidak bisa berkata-kata, memberikan klarifikasi atas surat pernyataan resmi dari rumah sakit yang pada akhirnya diketahui oleh mama, papa, dan adiknya. Sementara itu, Sena yang duduk di samping kanan Alka juga terisak. Ia merasa kecewa sekaligus sedih terhadap kakaknya. Agatha menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk lebih

