Konten di part ini kalo menurut aku pribadi agak sensitif, tapi juga ada edukasinya Kalo kalian mau skip, silakan aja:) *** DELMA menarik napas dan mengembuskan napas. Beberapa kali, laki-laki itu menoleh ke kanan dan kiri, seperti sedang memastikan keadaan. Ia menoleh ke belakang, menatap sahabatnya yang sedang duduk di sepeda motor vespanya. Alka tampak mengangguk singkat padanya. Delma mendesah berat dan kembali menatap depan. "Kenapa jadi aku yang harus nyari?" gerutunya. "Silakan, Mas. Mau beli apa?" Delma menatap depan, menemukan seorang wanita yang merupakan salah satu petugas apotek. Laki-laki itu refleks mengusap tengkuk. "Eum ..., gini, Mbak. Saya ...." "Ya? Mas-nya butuh apa?" Tiba-tiba saja, Delma dilanda rasa gugup. Laki-laki itu bingung bagaimana caranya mengungkapkan

