Chapter 34

891 Words

*** Vivian sudah selesai dengan tangisnya. Gadis 27 tahun itu memilih untuk mandi sekali lagi agar tubuhnya lebih fresh, tidak kuyu seperti tadi. Usai mandi, dia berjalan bersama Dovy membeli bubur untuk sarapan di ujung komplek. Kira-kira berjarak seratus meter dari Indekosnya berada. "Tumben Neng Vivian yang kemari, basanya teh si Rima." Ni Galuh, wanita paruh baya si penjual bubur ayam bertanya. Vivian duduk di bangku panjang terbuat dari kayu yang disediakan. "Rima udah berangkat ke kantor, Ni. Vivi kebetulan lagi laper banget," katanya seraya mengamati Nini yang sedang menyiapkan buburnya. Perempuan itu memang akrab dipanggil 'Ni' yang berarti nenek, karena rambutnya yang sudah berwarna putih semua. "Neng Vivi teh, kenapa jarang ke sini atuh? Sesekali beli bubur Nini. Hihih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD