Chapter 20

1037 Words

*** Dan seperti inilah permainan 'cantik' itu dimulai. Bukan mencoret-coret wajah atau makian kasar, ini bahkan lebih buruk dari itu. Vivian rasanya ingin menangis saja saat pertama kali dirinya menginjakkan kaki di lobi dan berhadapan dengan Selly, perekam medis rumah sakit mengatakan kalau data salah satu pasiennya itu hilang entah ke mana. Yang mengharuskan Vivian untuk mengecek ulang dengan bantuan CT scan. Dan sekarang, si Ulfa, sekaligus petugas radiografer, mengerjakan segala sesuatunya dengan lelet. Membuat waktu Vivian semakin menyempit dengan jumlah pasien yang selalu berdatangan. Padahal waktu pertama periksa nggak begini amat. Gadis dua puluh tujuh tahun itu mendumal dalam hati. "Saya dengar rumah sakit ini adalah yang terbaik. Tapi kok bisa data sepenting itu malah hilang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD