Chapter 25

1067 Words

*** Saat membuka mata, pemandangan pertama yang dilihat Vivian adalah langit-langit kamarnya yang berada di kosan Rima. Menoleh ke samping, dirinya menemukan sang papa yang sudah berganti dengan pakaian kasual. Wajah yang selama ini selalu diingatnya itu menyungging hangat. "Kamu sepertinya capek sekali. Papa nunggu kamu bangun dari tadi," katanya mengedik ke arah mangkuk beraroma sup sapi hangat itu. "kamu harus makan." Dengan tubuh berat, Vivian mulai menegakkan tubuhnya agar terduduk. Sudah berapa lama dirinya tertidur? Menilik dia memang insomnia beberapa hari ini, rasanya wajar saja kalau dia tidur terlalu lama. "Kenapa Papa nggak bangunin aku?" Davis tersenyum geli. "Mana Papa tega, kan?" Lalu meraih mangkuk itu dan menyerahkannya kepada Vivian. "Sudah lama Papa nggak liat kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD