*** Ternyata dokter Rasya masih belum mau membuka topengnya. Wanita cantik dengan rambut disanggul itu bahkan masih memberinya sapaan ramah yang super akrab. Vivian tahu itu hanya sekedar kamuflase di balik prilaku buruknya itu. Dan yang harus Vivian lakukan sekarang adalah; Terus mengikuti permainannya. Dia ingin tahu sampai mana kesabarannya akan habis menghadapi dokter cantik berotak licik itu. "Pagi, Vi. Kamu ke lantai empat juga, kan?" Seperti yang dia bilang tadi, dokter Rasya dengan tubuh semampainya dengan mudah menyelinap di antara beberapa pegawai yang ada di lift untuk berdiri di samping Vivian. "Iya," jawabnya pendek. "Hari ini perlengkapan Sasi udah mau habis, kamu ada waktu temenin saya lagi nggak?" Oke, gue bakal ngikutin sampe mana lo bermain. "Boleh. Kebetulan ada

