*** Malam yang gelap, seandainya lampu-lampu di pinggir trotoar tidak menyala. Bisa dipastikan Vivian tidak akan berani berjalan seorang diri di sini. Tadi dirinya meminta dokter Rasya untuk menurunkannya di depan komplek saja, sekalian membeli lontong sayur untuk makan malam. Membuatnya harus berjalan kaki memasuki gang perumahan kosannya yang kira-kira berjarak 50 meter. Tangannya membawa sekantung plastik yang berisi 2 bungkus lontong sayur langganannya kalau sedang malas masak. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, jadi dia berpikir bahwa Rima sudah pulang. Namun di depan kosannya, tidak terlihat sama sekali mobil milik Rima yang terbiasa terparkir di sana. Justru digantingan dengan HRV hitam yang Vivian hapal betul siapa pemiliknya. Vivian mempercepat langkah. Memasu

