Vivian PoV. *** Aku mondar-mandir di teras. Menunggu ‘cowok ganteng’ yang kata Rima mengendarai HRV itu dengan perasaan cemas yang sulit untuk dijelaskan. Itu pasti dokter Keano! Siapa lagi orang yang mencariku dengan ciri-ciri seperti itu kalau bukan dia? Temanku hanya sedikit selama hampir tiga tahun menetap di Jakarta. Hanya Rima dan Mega yang aku kenal baik. Tapi dengan Mega hanya berlaku di rumah sakit. Di luar dari pada itu, kami lost contact. Jadi memang hanya Rima. Aku melirik arlojiku, lagi. Sudah jam enam lewat empat lima. Dan cowok yang kata Rima akan kembali ke sini itu belum juga datang. Jangan lupakan Dovy yang dari tadi duduk mengamatiku mondar-mandir. Anjing kesayanganku itu pasti sedang bingung dengan apa yang aku lakukan. “Kak Vi, ngapain di situ?” Aku menoleh

