Mom sampai harus menggosok lama karena Ryn masih terlihat kesakitan. Air mata Mom nggak berhenti mengalir melihat Ryn. Kurasa, Karin nggak tahu. Kalau tahu, aku yakin dia bakal menghabisi siapa saja yang melakukan ini. Mom memeluk kami berdua dengan erat sambil menangis. “Aku bakal melindungi kalian. Ini nggak akan terjadi lagi di keluarga kita. Nggak akan.” * Mandi air hangat bikin aku dan Ryn jadi tidur nyenyak. Kami baru bangun waktu Mom mengetuk pintu dan menyuntikkan sarapan untuk Ryn. Katanya tinggal beberapa kali lagi sampai pencernaan Ryn terbiasa makan biasa lagi. Setelah aku selesai mandi, Ryn mau minum air putih hangat yang kuberikan walau hanya seteguk. Kuharap ini awal yang baik. Kami langsung pergi ke bukit sesudah sarapan. Rencananya, kami akan menginap beberapa hari di

