Runa terlihat manis dengan dress selutut berwarna salem, ia baru saja meletakkan gelas bekas susunya ke tempat cuci piring. Dengan langkah perlahan ia berjalan menuju ruang keluarga tempat Irsyad sedang menonton televisi. Sebelah tangannya berada di pinggang, ia berjalan sambil mengelusi pinggangnya itu. Satu tangannya yang lain memegang buah pisang yang masih utuh. "Kamu kenapa?" tanya Irsyad yang sempat melihat Runa meringis. "Sakit pinggang," jawab Runa. Ia mengambil tempat di sebelah Irsyad, duduk dengan perlahan karena perut besarnya membuat gerakannya melamban. Tangannya masih sibuk mengusap pinggangnya bergantian. "Bobotmu semakin besar mungkin itu yang membuat sakit," ucap Irsyad matanya masih memperhatikan Runa. Runa mengangguk. "Sepertinya begitu," jawab Runa. "Udah peri

