Jantung Runa seolah berhenti bekerja saat matanya terbuka dan melihat wajah dengan alis tebal berada di depannya. Mata hitam yang biasa menatapnya tajam itu tengah memperhatikan Runa, bibir yang sering di gunakan untuk membentak Runa kini tengah membentuk sebuah garis yang membuat aliran darahnya berdesir dengan cepat. Runa mengucek matanya. Tapi sosok itu masih ada "Mataku pasti rabun," batin Runa. "Pagi," sapa Irsyad dengan suara paraunya. Runa berkedip sekali. Apa yang salah dengan mata dan telingaku? Irsyad, lelaki yang selama ini tidur di kamar sebelahnya pagi ini sedang berbaring di sebelahnya dengan mulut yang sedang menguap. Runa kembali mengucek matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Runa bangun dari tidurnya, masih dengan selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya

