Gadis itu berjalan memasuk kamar sembari menggeret koper. Seperti kebiasaannya, dia memilih untuk memasuki walk-in closet lebih dulu untuk menaruh bawaannya di sana. Tanpa sadar dia menggeleng saat menemukan betapa berantakannya ruangan itu. Beberapa tas belanjaan yang selalu dia taruh berjajar, mendadak berserakan. Baju-baju yang belum sempat dia pakai mencuat dari tas. Dia tahu siapa pelaku kehancuran ini, Cedric. Pasti sang kakak yang melakukannya untuk mempersiapkan penculikan gadis itu minggu lalu. Sayang, dia terlalu lelah untuk menatap ulang closetnya. Pada akhirnya, Calista hanya meletakkan koper di dalam deretan koper lain. Kemudian, kembali ke kamar utama. Ruangan berukuran lima kali lima dengan sebuah tempat tidur berukuran king size di tengah ruangan. Segera saja dia membaring

